User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive
 

doa bersamaPURWOREJO-Menjelang perhelatan akbar Pilgub 2018, KPU Kabupaten Purworejo menggelar Doa Bersama Pilgub Damai, di pendapa Hotel Ganesha Purworejo, Rabu malam (20/6). Hadir dalam acara itu Asisten I Bidang Pemerintahan Sumharjono SSos MM mewakili Bupati Purworejo, Wakapolres, Kasdim 0708, Kepala Dinas Instansi terkait, Tim Kampanye Paslon 1 dan 2, dan Panwaslu, serta para camat.

Ketua KPU Purworejo Drs Dulrokhim dalam sambutannya mengatakan, bahwa sebentar lagi akan diadakan perhelatan akbar, berupa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang dilaksanakan pada hari Rabu pon, 27 Juni 2018. Ia berharap Pilgub Jateng khususnya pemilihan di Kabupaten Purworejo dapat berjalan dengan aman, lancar, dan damai.

“Apa pun yang terjadi, kalah maupun menang, siapa pun yang jadi gubernur dan wakil gubernurnya, kita sebagai warga Kabupaten Purworejo harus tetap bersatu, harus tetap rukun, dan damai. Untuk itulah, kita menggelar doa bersama, dengan harapan Pilgub Jateng ini dapat berlangsung dengan damai,” ujarnya.

Sementara itu Asisten I Sumharjono mengatakan, atas nama Pemerintah Daerah, pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada KPU Purworejo, yang telah berinisiatif menggelar Doa Bersama. Momentum ini diharapkan bisa menjadi wahana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan di antara seluruh elemen masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku, ras, agama maupun aspirasi politiknya.

 “Saya mohon kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para pimpinan organisasi sosial politik agar terus menjaga dan mendorong tumbuhnya kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sumharjono menambahkan, momentum Pilgub Jateng akan menjadi pesta demokrasi kesekian kalinya yang kita laksanakan di era pemilihan umum secara langsung. Pihaknya meyakini dengan semakin meningkatnya kedewasaan politik masyarakat, maka kegiatan tesebut akan bisa terlaksana dengan baik, aman, lancar dan sukses.

“Meski demikian, kita tidak boleh lengah dan mengabaikan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam sebuah perhelatan yang melibatkan banyak orang dengan beragam kepentingan. Oleh karena itu, kita akan terus melakukan berbagai langkah antisipasi dengan koordinasi yang sinergis lintas sektoral, sehingga bisa meminimalisir persoalan yang kemungkinan akan muncul,” imbuhnya.

            Terakhir, Sumharjono berpesan agar kita terus mendorong masyarakat untuk memberikan peran serta bagi tumbuhnya kesadaran politik dan demokrasi, sehingga perbedaan yang terjadi tidak menimbulkan gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan perpecahan. Setiap perbedaan pola pandang maupun pilihan dalam berpolitik merupakan suatu hal yang wajar dan itu menandai bahwa iklim demokrasi sudah berjalan dengan baik.

Doa Bersama tersebut, diawali dengan ceramah bertemakan Pilgub Damai oleh KH Farid Solihin MAG dari Kemenag Purworejo, dilanjutkan doa bersama diawali dari agama Katolik oleh Romo Paulus Praptanda MSc, lalu agama Kristen oleh Pendeta Daniel Suharto, agama Hindu oleh  I Nyoman Wibawa, agama Budha oleh Gunadi, agama Konghucu oleh XS Sudarno, dan agama Islam oleh KH Junaedi Zajuli yang juga Ketua FKUB Purworejo. (dr, Foto: Hupmas)

Maskot
Header Spacer