User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive
 

simulasi dapilPURWOREJO-KPU Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi dan Simulasi Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 di Hotel Sanjaya Inn Purworejo, Selasa 19 Desember 2017. Rakor diikuti oleh Ketua dan Sekretaris Parpol se-Purworejo dan para awak media massa Purworejo.

Menurut Ketua KPU Purworejo Drs Dulrokhim tujuan digelarnya rakor ini untuk mendapat masukan dalam merancang penataan Dapil dan Alokasi Kursi Pemilu 2019.

“Rakor ini merupakan kelanjutan dari rakor sebelumnya yakni Persiapan Penataan Dapil pada Pemilu 2019. Kami berharap dengan rakor ini kami mendapatkan masukan dari peserta yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan Dapil,” ujarnya.

 

Anggota Divisi Teknis KPU Kabupaten Purworejo Widya Astuti, S.S. M.Par. memaparkan dalam merumuskan Dapil diatur dengan prinsip kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan yang sama (coterminous), kohesivitas, dan kesinambungan.

Dalam kesempatan itu Widya mensimulasikan dua alternatif Dapil. Yang pertama Dapil yang lama terdiri dari enam Dapil, yakni Purworejo-1 (Purworejo-Kaligesing) dengan 7 kursi, Purworejo-2; (Ngombol, Purwodadi, Bagelen) dengan 6 kursi, Purworejo-3 (Banyuurip-Bayan) dengan 6 kursi, Purworejo-4; (Grabag, Kutoarjo, Butuh) dengan 6 kursi, dan Purworejo-5; (Pituruh, Kemiri, Bruno) dengan 9 kursi, dan Purworejo-6 (Gebang, Loano, bener) dengan 8 kursi.

Sedang alternatif Dapil yang kedua yakni Purworejo-1 (Purworejo-Banyuurip) dengan 8 kursi, Purworejo-2 (Loano-Kaligesing-Bagelen) 6 kursi, Purworejo-3 (Purwodadi-Ngombol-Grabag), Purworejo-4 (Butuh-Kutoarjo-Bayan) 9 kursi, Purworejo-5 (Pituruh-Kemiri-Bruno), dan Purworejo-6  (Gebang-Bener) 6 kursi.

Atas tawaran alternatif tersebut, peserta rakor memberi masukan. Diantaranya Eko Purwantoro wakil dari PDI Perjuangan yang mengusulkan agar tidak ada perubahan Dapil. Perubahan bisa dilakukan bila jumlah penduduk melebihi 1 juta sehingga jumlah kursi juga berubah menjadi 50. Selain itu pembangunan sudah merata. Bila terjadi perubahan Dapil, maka akan menimbulkan dampak terutama bagi para kader. Sedang Hani dari PPP memilih opsi yang pertama, artinya tidak ada perubahan Dapil.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Partai Demokrat Yophi Prabowo Amd agar masalah Dapil untuk tetap, atau tidak berubah dengan alasan waktu Pemilu 2019 yang sudah dekat. Sementara Samsul wakil dari Gerindra mengatakan, agar pada Pemilu 2019 sementara jangan ada perubahan Dapil. Namun bila untuk perubahan sebaiknya untuk Pemilu 2024, jadi sosialisasinya dilakukan bisa jauh hari.(Dr, Foto : Hupmas)

Maskot
Header Spacer